Sabtu, 30 Juni 2012

BOM JAMAN JEPANG DI KETEMUKAN DI JEMBATAN CEPU

Dibawah jembatan inilah, tempat penemuan bom mortir Peninggalan Jepang.
Warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng digegerkan dengan penemuan delapan bom mortir peninggalan Jepang di bawah jembatan sungai Bengawan Solo. Bom yang diduga sudah tidak aktif itu ditemukan empat orang pemancing ikan.

salah satu bom mortir

Keempat orang yang merupakan warga sekitar dan sering memancing di jembatan Bengawan Solo itu adalah, Abdul Goni (30), Abdul Qodir (35), Arif (24) dan Muhammad (27) yang merupakan warga  warga Cepu Kidul, Blora.

"Saat memancing ikan, kail pancing kami tersangkut benda. Kami kemudian menyelam ke dalam air dan kami dapati besi silinder. Hingga akhirnya Jumat pagi kami baru ketahui bahwa ternyata besi bulat panjang itu bom," ungkap Muhammad.

Awalnya hanya sebuah mortir yang ditemukan. Namun, keempat orang berinisiatif menyelam air di bawah jembatan Bengawan Solo. Satu persatu besi-besi silinder mereka temukan. Keempatnypun mengangkat besi-besi tersebut ke daratan. akhirnya kedelapan mortir bisa keangkat semua. Setelah berhasil diangkat, bom yang masing-masing mempunyai berat sekitar 60 kilogram itu dibiarkan teronggok di pinggir sungai dengan pangkal bom masih tetap berada di air. "Evakuasi akan dilakukan tim Jihandak Brimob Pati," tandas Kapolres Blora, AKBP Kukuh Kalis S melalui Kasatreskrim AKP Aan Herdiansyah.
Warga dgn alat sederhana mencoba mengangkat
bom mortir dgn berat sekitar 60 Kg dari dasar Bengawan.
Penemuan bom mortir di bawah jembatan Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Blora, tak hanya kali ini saja. Budi Waluyo (45), salah seorang warga mengungkapkan bom jenis mortir yang diduga peninggalan Jepang itu sudah beberapa kali ditemukan.
"Seingat saya tahun 2006 kali pertama ditemukan bom. 2007, 2008 dan tahun-tahun berikutnya juga pernah ditemukan bom serupa," ujarnya, Jumat (29/6).
Hanya dia kurang mengetahui sudah berapa bom yang berhasil ditemukan warga. Namun Budi menyebut semua bom yang ditemukan warga telah diamankan polisi Brimob Pati.
"Warga tidak berani meski besi bom telah berkarat. Takut terjadi apa-apa. Orang-orang tua dulu pernah menceritakan di jembatan Bengawan Solo itu banyak bom yang dibuang ketika genjatan senjata saat penjajahan Jepang," ungkap Budi Waluyo.
Saat ini mortir-mortir tersebut dalam penyelidikan tim Jihandak Brimob Pati.

2 komentar:

  1. Untung aja di ketemukan, kalau meledak d bengawan gimana...??? harusnya penemunya di kasih penghargaan itu..

    BalasHapus
  2. pasti itu sisa2 perang kemerdekaan indonesia, memang banyak jembatan tua di pulau jawa yang dibawahnya sering ditemukan bom yang dulu dipasang tentara kita untuk menghancurkan jembatan2 agar tidak bisa dilalui pasukan belanda (taktik bumi hangus).

    BalasHapus