Jumat, 15 November 2013

PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Desa Nglebak Kec.Kradenan, Hanya Mampu menerangi 100 KK

 
PLTS di Dusun Nglebak, Desa Nglebak, Kec.Kradenan bantuan
Pemerintah Pusat kini telah dioperasikan untuk menerangi rumah warga

BLORA. Ratusan rumah warga Dusun Nglebak, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sebelumnya warga hanya mengandalkan lampu minyak untuk penerangan malam hari, kini sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) di  dusun tersebut, dapat menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diberikan Pemerintah Pusat.


”Selain mengaliri sekitar 100 rumah, PLTS Ngeblak juga menghidupkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di 74 titik. Sehingga, jalan desa yang sebelumnya gelap saat malam hari kini menjadi terang,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Setyo Edy.

Menurut dia, PLTS yang dibangun tahun 2012 lalu itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diajukan pada tahun 2011, dan kini mulai dioperasikan. Alokasi dana pembangunan PLTS yang memakan waktu sekitar satu tahun itu mencapai Rp 2 miliar.

Sementara ini, PLTS yang berlokasi di Dusun Nglebak itu hanya mampu mengaliri 100 kepala keluarga (KK). Sedangkan sekitar 31 KK lainnya belum mendapat aliran listrik dari PLN maupun PLTS. Sehingga, puluhan warga itu terpaksa menggunakan penerangan seadanya pada malam hari.

”Kapasitas PLTS sangat terbatas atau hanya mampu mengaliri listrik di 100 rumah dan 74 lampu PJU,” ujarnya.

Selain 31 KK di Dusun Nglebak, lanjut dia, ada sekitar 40 dusun yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Blora belum teraliri listrik, baik listrik PLN atau listrik dari sumber tenaga lainnya.

”Dinas ESDM Blora telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat agar rumah warga di beberapa dusun dapat segera menikmati listrik. Sedangkan untuk puluhan warga Nglebak yang belum teraliri listrik, saat ini pengajuan bantuan aliran listrik sedang dalam proses,” terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar