LABEL

Tampilkan postingan dengan label SEJARAH SENI DAN BUDAYA BLORA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH SENI DAN BUDAYA BLORA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Pegawai Pemkab Blora diharuskan Memakai Pakaian Adat Samin Tiap Hari Jum'at


Pakaian adat Samin, Laki-laki : Atas bawah Hitam dan Ikat kepala (udeng),
Perempuan : Atas Kebaya Hitam, Bawah kain sarung ato kain panjang (jarik)

BLORA. Pakaian seragam yang dikenakan pegawai Pemkab Blora akan mengalami perubahan. Bupati Djoko Nugroho memerintahkan para pegawai untuk mengenakan pakaian khas Samin setiap hari Jumat.
Penggunaan pakaian seragam itu mulai efektif pada bulan Februari 2014.

Jumat, 04 Oktober 2013

BLORA Batik On The Street, Model-Model Cantik berlenggok di Jalanan

BLORA. goasentono.blogspot.com.  Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2013, kali ini Paguyuban Perajin Batik Jatiwangi Kabupaten Blora menggelar fashion show bertajuk Blora Batik on the Street yang digelar di Jalan Pemuda Kota Blora, Rabu sore (2/10).
Puluhan model cantik berjalan melenggak-lenggok sepanjang jalan dengan mengenakan kostum batik khas Blora yang telah didesign sedemikian rupa oleh para designer lokal Blora. Tak ayal membuat arus lalu lintas di jalan utama Kota Blora tersebut tersendat.

Minggu, 16 Desember 2012

PARADE SENI & BUDAYA KAB.BLORA KATEGORI PELAJAR




Spektakuler, meriah, dan Luar biasa, itulah yang terlukis dalam Parade Seni dan Budaya Kab. Blora 2012. Kali ini, Sabtu 15 Desember 2012 giliran para Pelajar se Kab.Blora menunjukkan kreatifitas mereka di ajang Tahunan di Kab.Blora. Parade seni budaya dalam rangka memperingati HUT ke-263 Kabupaten Blora  berlangsung dua hari berturut-turut, yakni hari  Sabtu dan Minggu (15-16/12). Pelaksanaan event tahun ini diklaim berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para peserta parade dilepas keberangkatannya dari alun-alun Blora oleh Wakil Bupati, H Abu Nafi.

Kamis, 13 Desember 2012

KIRAB BUDAYA AGUNG HARI JADI KAB.BLORA KE 263

Peserta dari BKD
"Raja Blora" Djoko Nugroho
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan
Peserta dari BUMD / PERUSDA
Peserta dari Kec. Japah
Manggala Praja
Peserta dari BPMPKB
Untuk memperingati hari jadinya ke 263, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Kirab Budaya yang di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat di Kab Blora. Kirab dimulai pukul 09.00 dengan mengambil rute dari pendopo rumah dinas bupati Blora (alon-alon)  dan berakhir di depan gedung DPRD Jl A.Yani. Meskipun cuaca terbilang sangat panas, tapi antusias dari peserta kirab dan masyarakat yang menonton tak menyurutkan semangat mereka memeriahkan acara yang setahun sekali di adakan. Mereka datang dari berbagai pelosok desa terlihat memadati rute yang dilalui peserta kirab.

Jumat, 14 September 2012

BATIK BLORA KHAS SAMIN DI LUNCURKAN

BLORA, goasentono.blogspot.com – Setelah lama mengembangkan motif batik dengan ciri khas Blora. Saat ini mulai dikembangkan lagi motif batik Blora dengan carak dan ciri khas warga Samin yang ada di Blora.
Motif samin tersebut telah dikembangkan sekitar enam bulan yang lalu dan dikerjakan sendiri oleh lima orang warga sedulur sikep yang ada di Dusun Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora. “Sekitar enam bulan yang lalu motif batik ala samin sudah mulai dikembangkan,” ungkap Ketua paguyuban Batik Baskoro Jati Blora Untung Tunggono, Rabu (12/9).

Kamis, 13 September 2012

PUSTAKA SEJARAH MASYARAKAT SAMIN

Sejumlah warga melewati baliho Samin Surosentiko yang dipasang di alun-alun Kabupaten Blora, Jawa Tengah Samin Surosentiko merupakan pendiri masyarakat adat Samin atau Sedulur Sikep yang sampai saat ini masih lestari di sejumlah daerah di Blora.

Enam buku tentang masyarakat Samin atau Sedulur Sikep memperkaya pustaka tentang sejarah kehidupan Masyarakat Samin di Jawa Tengah. Keenam buku itu bisa menjadi referensi masyarakat yang ingin mengetahui seluk-beluk masyarakat pengikut Samin Surosentiko.
Keenam buku itu adalah Samin Kudus Bersahaja di Tengah Asketisme Lokal (2008), Nihilisme Peran Negara: Potret Perkawinan Samin (2009), Perempuan Samin Dehumanisasi Sistemik di Tengah Benturan Budaya (2009), Pendidikan Agama vis a vis Pemeluk Agama Adam (2009), Kodifikasi Ajaran Samin (2010), dan Perlawanan Samin (2012).

Kamis, 12 Juli 2012

DPRD Teluk Bentuni-Papua Barat, serbu sovenir Jati Blora

goasentono.blogspot.com - Souvenir berbahan baku kayu jati dari Blora masih menjadi primadona tamu dari luar daerah. Dengan harga yang terjangkau namun berkualitas tinggi, para tamu tersebut rela merogoh saku untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke kampung halamannya.
Seperti yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (10/7).

Jumat, 22 Juni 2012

TAMAN KREASI SENI, BUDAYA DAN KULINER DI RESMIKAN BUPATI BLORA


Bupati Blora, Djoko Nugroho meresmikan Pemanfaatan Taman Mustika Kab. Blora Untuk Kegiatan Seni, Budaya dan Kuliner, Sabtu (16/6).
Pejabat yang hadir diantaranya unsur Muspida Kab. Blora, Plt. Setda Kab. Blora, Ir. Sutikno Slamet, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kab. Blora, Drs. Bondan Sukarno, MM.

Rabu, 20 Juni 2012

GULA MERAH TUMBU BLORA

 Dua pekerja tengah memproses pembuatan
gula merah tumbu di Desa Sendangwates,
Kecamatan Kunduran, Blora
goasentono.blogspot.com - Petani tebu di wilayah Kecamatan Todanan dan Kunduran Blora, bulan ini memasuki masa musim tebang. Bersamaan dengan itu pula pengrajin gula merah tumbu mulai berproduksi.
"Biasanya masa produksi gula merah tumbu rata-rata empat bulan dalam setahun. Yakni saat musim tebang tebu di saat musim kemarau. Bulan Juni ini mulai produksi. Biasanya Oktober sudah selesai," ujar Hasan,  pengrajin gula merah tumbu di Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Selasa (19/6).
Dia mengungkapkan setiap hari menggiling tebu dengan mesin manual. Perasan air tebu kemudian dimasak menggunakan lima drum. Api pembakaran memakai ampas tebu. "Semua bagian tebu bisa dimanfaatkan," tandasnya.
Hasanudin mengemukakan bahan baku tebu diperoleh dari lahan miliknya sendiri. Selain itu juga membeli tebu dari petani lain. Dia menyatakan sejak dua tahun terakhir bahan baku mudah didapat. Pasalnya para petani di Blora sudah banyak yang membudidayakan tebu seiring akan berdirinya pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Desa Tinapan Kecamatan Todanan.
Pembuatan gula merah tumbu dilakukan secara berkelompok, yakni terdiri dari sejumlah orang. Sebagian memeras tebu hingga keluar airnya, menyingkirkan ampas tebu, dan sebagian lainnya memasak air tebu. Memasaknya butuh waktu sehari sampai air tebu benar-benar kental menjadi gula merah. "Setelah itu baru dimasukkan ke dalam tumbu atau wadah gula merah," tandas Wasiman (40), pengrajin gula merah tumbu lainnya.
Menurutnya dalam sehari kelompoknya memproduksi gula merah rata-rata seberat dua ton. Namun gula tersebut dikumpulkan lebih dulu jika hendak dijual keluar daerah. "Biasanya kami kirim ke Kudus minimal delapan ton sekali angkut," katanya.
Hanya Wasiman enggan membeber berapa keuntungan yang didapat dari memproduksi dan menjual gula tersebut. Sebab menurutnya tidak dibutuhkan modal banyak dalam usaha tersebut. Apalagi lokasi produksi gula berada di kawasan lahan tebu yang telah siap panen.

Senin, 11 Juni 2012

TRADISI SEDEKAH BUMI DUSUN TAMBAK, DESA SUMBER, KEC. KRADENAN - BLORA

Warga Dusun Tambak, Desa Sumber Kec.Kradenan, Blora berkumpul baur menjadi satu mengadakan pesta desa atau dikenal dengan istilah sedekah bumi, Tegas Deso, atau ada juga yang bilang Nyadran . 
Salah satu masyarakat dari dusun Tambak mengatakan, proses sedekah bumi yang dilakukan setiap tahunnya ini   tujuannya adalah agar panen hasil sawah dan rojokoyo melimpah dan semata-mata hanya Tradisi mensyukuri anugrah dan nikmat Tuhan.


Selasa, 05 Juni 2012

SEJARAH KAWITANE WONG JAWA LAN WONG KANUNG


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 

Sagunging kahormatan
Nuwun

Purwaka

Buku sejarah punika nyatheti wiwit ing taun Masehi 1931, saking kepek cathetan tuwin pangandikanipun Eyang Buyut canggah guru desa, tuwin Eyang Pandhita Kanung ing Pareden Kendheng Ngargapura, Pomahan, Sukalila lan Prawata.

Rabu, 16 Mei 2012

Goa Kidang Perlu di Jadikan Kawasan Lindung

Ketua Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani (kanan) dan paleo-antropolog Universitas Airlangga Toetik Kusbardiati tengah membersihkan kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Pegunungan Kendeng Utara, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (27/4/2012). Manusia prasejarah yang berusia sekitar 16.000 tahun lalu menunjukkan adanya pola hidup dan budaya manusia prasejarah di goa pegunungan karst.

Dua Kerangka Manusia Prasejarah Di temukan di Blora