Rabu, 27 November 2013

PLTS Desa Nglebak Kec.Kradenan Kab. Blora Menjadi Percontohan Nasional

BLORA. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Blora, sebagai percontohan nasional.


Karena itu, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) kerap merekomendasikan PLTS Nglebak sebagai lokasi studi banding bagi daerah lain yang hendak belajar tentang pemanfaatan dan pengelolaan listrik komunal di kawasan pelosok desa.

Sebagai buktinya, Blora  kedatangan tamu dari Dinas Pertambangan dan Energi Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mereka hendak melakukan studi banding pemanfaatan PLTS komunal di Nglebak yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tersebut.

Rombongan dari Palangkaraya diterima Kepala Dinas ESDM Blora, H Setyo Edy, di ruang rapat kantor Dinas ESDM. Usai mendapat penjelasan seperlunya, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Desa Nglebak dengan didampingi sejumlah pejabat dan staf Dinas ESDM Blora.

"Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kota Palangkaraya beserta staf studi banding pengelolaan PLTS komunal atau terpusat atas rekomendasi dirjen EBTKE kementerian ESDM. Tentu kami sangat bangga," tandas H Setyo Edy, Selasa (26/11) kemarin.

PLTS Nglebak dibangun dengan bantuan pemerintah pusat. Pengajuan proposal bantuan ke pemerintah pusat dilakukan 2011. Setelah disetujui, PLTS itu dibangun pada tahun 2012 dan tahun ini sudah berfungsi. Bantuan pusat tersebut nilainya hampir Rp 2 miliar.

Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Nglebak, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Blora, kini bisa memanfaatkan listrik dari PLTS itu. Sebelumnya Dusun Nglebak adalah salah satu dari sekitar 40- an dusun di 15 kecamatan di Kabupaten Blora yang warganya tidak menikmati aliran listrik. Kalaupun ada, listrik tersebut berasal dari sumber listrik yang jaraknya cukup jauh dengan penyambungan kabel kecil sehingga sangat berisiko.

Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari, listrik yang dihasilkan dari PLTS tersebut dipakai pula untuk menyinari jalan melalui lampu penerangan jalan di 74 titik. Sehingga, dusun yang semula gelap gulita tanpa listrik itu, kini terang benderang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar