Kamis, 16 Agustus 2012

LAPANGAN TERBANG NGLORAM CEPU HARUS MEMENUHI 8 SYARAT

CEPU, goasentono.blogspot.com - Realisasi rencana pengaktifan kembali lapangan terbang (lapter) Ngloram di Kecamatan Cepu, Blora, memang berjalan lambat. Namun bukan berarti segala sesuatu yang terkait pengaktifan kembali lapter yang dibangun pada tahun 1980-an itu tidak disiapkan sejak dini.
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah pusat pun mengarah ke realisasi pengaktifan lapter Ngloram, bukan pada pembangunan lapter di Bojonegoro. Sinyal positif itu patut ditindaklanjuti di tengah keinginan Pemkab Bojonegoro Jawa Timur membangun lapter di wilayahnya. Padahal jarak lokasi pembangunan lapter di Bojonegoro dengan Lapter Ngloram hanya sekitar 35 kilometer.

‘’Tim dari Kementerian Perhubungan dalam hal ini Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III yang berkedudukan di Juanda Surabaya belum lama ini melakukan inspeksi dan monitoring ke Lapter Ngloram. Hasil dari kegiatan tersebut telah kami terima,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Bondan Sukarno, Kamis (16/8).
Menurutnya inspeksi dan monitoring tersebut bertujuan untuk mendapatkan update data dan informasi kondisi terkini lapter Ngloram Cepu. Bondan Sukarno menyatakan tim dari Kementerian Perhubungan tersebut merekomendasi sejumlah hal jika lapter Ngloram akan dioperasikan kembali melayani penerbangan umum.
Rekomendasi itu terkait jaminan keselamatan penerbangan. ‘’Penyelenggara lapter Ngloram diwajibkan memenuhi persyaratan pengoperasian lapter jika akan diaktifkan lagi,’’ tandas Bondan sembari menunjukan surat hasil dari inspeksi dan monitoring tim dari Kementerian Perhubungan.
Persyaratan yang diwajibkan tersebut ada delapan item. Yakni melakukan perbaikan (overlay) permukaan runway, taxiway, apron yang loses material; membuat marka-marka sesuai ketentuan yang berlaku; menyediakan fasilitas peralatan navigasi sesuai kebutuhan; melakukan pemeliharaan sisi udara; membuat pagar pembatas lahan lapter; membuat batas daerah lingkungan kerja dan masterplan; mengendalikan benda tumbuh seperti rumah warga, kandang peternakan dan mengembalikan fungsi shoulder (bahu) di sekitar lapter yang berpeluang menjadi obstacle (hambatan). Sedangkan poin terakhir adalah melakukan updating data lapter.
‘’Poin-poin tersebut akan ditindaklanjuti setelah ada kepastian pengaktifan kembali lapter Ngloram. Hingga saat ini pemerintah pusat masih membahas rencana pengaktifan tersebut, terutama terkait anggaran dan pihak pengelola lapter,’’ kata Bondan Sukarno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar