Sabtu, 14 Juli 2012

PENGAJIAN AKBAR MAJELIS TAFSIR ALQURAN (MTA) DI BLORA DI BUBARKAN WARGA

goasentono.blogspot.com - Rencana Majelis Tafsir Alquran (MTA) menggelar pengajian akbar di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Blora, Sabtu (14/7) akhirnya gagal digelar. Pasalnya panggung dan lokasi pengajian diserbu puluhan warga desa setempat dan sekitar yang menolak pelaksanaan pengajian tersebut.

Bahkan warga yang menolak akhirnya berhasil merubuhkan panggung dan merusak sekitar enam mobil yang diparkir di lokasi pengajian, Jumat (13/7) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Sebelum berhasil merusak dan merobohkan panggung, sejak Jumat (13/7) sore ratusan warga sudah mendatangi lokasi pengajian untuk menolak dan membubarkan kegiatan itu.
Bahkan beberapa kali sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dengan aparat dan satgas MTA. Panitia Pengajian memang mengerahkan ratusan satgasnya untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi, dengan membuat barikade barisan melingkari lokasi pengajian, sementara warga terus berteriak dan merangsek ke depan.
Baru malam harinya, pecahlah keributan yang berujung pada robohnya panggung. Selain itu, mobil yang ada di lokasi menjadi amukan kemarahan warga karena panitia tidak segera membubarkan kegiatan tersebut. Selain mobil beberapa sepeda motor juga tidak luput dari amukan warga yang sejak siang berada di lokasi.
“Kami hanya ingin pengajian dibubarkan saat ini juga, kami yang punya tempat harusnya meminta izin terlebih dahulu,” ungkap Sarno (53) salah seorang warga.
Setelah kejadian itu, ratusan dalmas yang disiapkan oleh Polres Blora langsung mengamankan lokasi lebih ketat, karena situasi malam itu sangat mencekam, ribuan warga yang berkumpul terus menerobos mendekati panggung yang masih berdiri, sedangkan satgas MTA juga siap siaga.
Berkali-kali aparat Polres meminta warga tetap tenang agar tidak melakukan tindakan yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Blora Kompol Djodi.  Namun hal itu cuma sebentar, kemudian sekitar pukul 22.30 terjadi keributan dan aksi saling pukul yang disertai warga menggulingkan sebuah mobil dan membakar atribut MTA yang berada di sekitar panggung.
Aksi keributan itu mengakibatkan dua satgas MTA terluka di bagian pipi sehingga mendapatkan perawatan dari tim medis Polres Blora. Sementara warga terus marah dan membakar bendera-bendera MTA yang dipasang di pinggir lokasi. Tidak hanya itu, semua peralatan milik MTA tidak luput diambil untuk selanjutnya dibakar.
Melihat kejadian itu Aparat dan panitia akhirnya menarik seluruh panitia dengan mobil polisi. Baru kemudian aksi warga mulai mereda, karena panitia pengajian MTA sudah meninggalkan lokasi.

19 komentar:

  1. inilah wujud ke jahiliyahan warga yang tentu ada penggeraknya,tidak mungkin mta mengadakan acara tanpa ijin....

    BalasHapus
  2. harusnya sesama muslim saling menjaga persatuan dengan saling menghargai adanya perbedaan,selama masih berdasar quran dan sunnah nabi,mengapa harus di aanggap salah?sedang ahmadiyah aja di bela mati2an oeh NU.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahmadiah tidak pernah dan tidak akan pernah dibela oleh NU. Krena kesesatan ahamadiah sangat jelas... MTA brusha menghilangkan tradisi islam di jawa, dan tidak percaya kpd walisongo yg mrupakan pnyebar islam dijawa dgn tradisi2 jawa

      Hapus
    2. tradisi islam di jawa pa tradisi jawa di islam.. ngomong lek bener asuii..

      Hapus
  3. Ya Allah tunjukkanlah yang haq tampak haq dan yang bathil tampak bathil..
    perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah tidak akan goyah sedikitpun dengan adanya kejadian itu. justru akan semakin menambah keimanan kita. maju terus MTA!!!

    BalasHapus
  4. maju trus mta.sesungguhnya mereka setelah diberi hukuman oleh Allah swt berupa terperosok masuk jurang bersama rombongannya akan di beri balasan yang lebih lagi. Maju trrrrrrrusssssssssssssssssss mta.salam Angkatan sma mta "JIM"

    BalasHapus
  5. Aneh ....ada pengajian kok malah bikin keributan??? apa ga inget ada pepatah "siapa menanam pasti akan memanen"??????. sebenarnya yang membubarkan orang islam Bukan sih??? Preman yaaaaaa. maju terus MTA keep ur spirit!!!!!

    BalasHapus
  6. Bagi pendemo.. jk masih mengaku muslim, bok mikir! bagaimana bisa kamu mendemo "org2 yang akan pengajian?" bukankah pengajian itu sarana menuntut ilmu dan dakwah? bukankah Allah memerintahkan yg demikian?...

    Jika beda pemahaman saudara kita muslim cukup menjadi alasan brutal, apakah kamu akan membakar org2 yg melecehkan bahwa Allah TUHANmu punya anak? tentu tidak kan?...

    Apapun, anarkis HARAM hukumnya! tidak pantas kita mengatasnamakan Allah atau islam untuk membuat kerusakan.. dan setahuku pimpinan2 MUI pusat pun sering ikut membuka cabang2 MTA.. apakah MUI itu orang2 bodoh yg TIDAK BERILMU? sehingga tidak tahu mana agama islam yg menyimpang mana yg tidak?.. cobalah sedikit mikir. Bukankah Allah menyuruh kita BERFIKIR ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngak usah emosi kang .... cari hikmahnya dan instropeksi diri .....

      Hapus
  7. bagi pendemo di Blora,GAGAS O,!!!
    ,,NGAKU NYA ISLAM TAPI PERILAKUNYA JAUH DARI ISLAM,

    BalasHapus
  8. ketika selalu rusuh berarti ada yang salah to?kenapa tidak diclearkan saja para petinggi MTA, NU, Muhammadiyah, dsb ketemu terus mencari pencerahan demi ummat...mengkaji tafsir sungguh berat....mengamalkan Islam secara kaffa juga berat....padahal sebenarnya Islam itu mudah untuk dilaksanakan tentunya dengan pemahaman yang tidak setengah2

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju,semoga ide saudara dibaca para pemimpin pemimpin umat amin

      Hapus
  9. Jernihkan hati .... bersihkan emosi, saling intropeksi, jari hikmah dari Illahi pelajaran dibalik ini. Ngak usah saling dukung mendukung dan merecoki .... sakbeja bejane wong kang lali isih bejo wong kang eling lan waspodho .....

    BalasHapus
  10. Jangan salahkan warga yang menolak .... tapi cari tahu kenapa warga menolak. Instropeksi secara internal bagi MTA .... apakah sepak terjang MTA selama ini sudah benar. Ini yg perlu kajian juga secara Internal Organisasi .... tidak hanya pembenaran menurut versi MTA dan pengikut dan pecintanya. Karena ini salah satu bahan untuk berbenah diri terhadap MTA ...... jangan memaksa didaerah yg tidak mau cari daerah yg mau2 aja .... salam ...

    BalasHapus
  11. abu
    pasukan pluralisme melawan pasukan hibulloh
    pasukan pluralis dibekali dengan isme-isme sedangkan hisbulloh dibekali dengan sibghoh Alloh
    maka mata telanjang pun dapat membaca siapa yang membela agama Alloh? dan siapa yg membela isme ? untuk episode berikutnya adalah kita akan menunggu siapa yang akan dima'afkan Alloh dan siapa yang akan dibinasakan Alloh ?
    maka yang masih hidup akan mengetahui hukuman Alloh terhadap kejadian di Blora !

    BalasHapus
  12. abu
    Hadist: sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-qur'an dan mengajarkannya
    maka seburuk-buruk kalian adalah orang yang munafik yang berusaha sekuat-kuatnya menyerang, melawan, menghalang-halangi mya sesuai QS $ anisa yat 61
    tidak percaya ?
    kafirlah kalian karena tidak yakin dngan bumyi ayat al-qur'an ngeh

    BalasHapus
  13. Wow!!!, hebatnya MTA, menafsirkan alqur'an sak karepe udele dwe, lan bid'ah2ke wong.
    oh, yo meh lali rep takon.
    Omonge MTA berdasar Alqur'an toh?
    Tapi kok ra ngerti etika berdakwah yo? Moso pengajian neng panggone wong tanpa izin lan musyawarah marang warga sekitar Blora? Giliran dirusuhi podo duak-duak,Omonge sing di nggo Alqur'an, moso ayat Alqur'an tentang musyawarah be ra dinggo(aneh), kabeh ngakoni Alqur'an shahihkan? Pi kok aturane ra dinggo(aneh!, biasalah sempalan Wahabi), nek podo nggoleki ra ketemu nang Alqur'an, tak tuduhi panggone musyawarah lan dakwah, waca Q.S. Asy-Syura ayat 38 lan Q.S. An-Nahl ayat 125 neng kono tafsirna nganggo ijma' para ulama, ojo mbandel(sekarepe udele dewe) soale nafsirke Alqur'an kudu nguasai, hafalan, nahwu, sorof, fiqih, tajwid, trus opo klalen(sing ngerti tambahno yo), lan ana hadist penjelase tapi klalen(maklum wong), neng kono ono aturane musyawarah lan 3 metode dakwah, dadi aja nyalahke warga Blora, pandengke awake dwe(sumpah demi Allah aku dudu warga Blora, ku wong bumen sing serba salah, soale kakangku nyeret aku marang MTA anggo ejekan, giliran tak wales ejekanne anggo Alqur'an seng penafsirane sepaham utawa pada karo cara penafsiranne MTA gari diomong ra tau ngaji, padahal dwene ket cilik ngaji dasaran utawa turutan be metu lan ra khatam, sing siji es khatam pi gari ra tau ngaji maneh padahal kor khatam sapisan, giliran nemu lan kehipnotis MTA, nggurui wong anggo radio lan rekaman MTA, le ngomong rungokno kae, karo diseroke nganti tanggane krungu, owh pantesan ajarane asukino sing nyleneh, ra dwe rasa hormat karo masyarakat), setengah kesu sing nulis, soale gi sinau matamatika sing angel lan mumeti malah ditambahi suara wong dakwah seru-seruan lan blak-blakan soko MTA, giliran arep turu malah diseroke ben krungu wong2 lan pamer ngono mbok, ra mikirna adine ra bisa turu lan sesok sekolah, diingetke malah ngomei, jiand tenan pikirane wong2 SING WIS KEHIPNOTIS MTA, dihormati malah nyaplok utawane seneng nyalahke ra gelem disalahke, kasare keminter( aku ngormati pemahamanmu tapi kono ojo blagu nggurui pemahamanku sok-sokan bid'ah2ke maneh, ra sadar dwene agi nglakoni bid'ah)

    BalasHapus
  14. wah ono ahlul bid ah muring-muring....

    BalasHapus